Mensos Gus Ipul Kunjungi Rumah Calon Siswa Sekolah Rakyat di Pasuruan

Pemerintahan 14 July 2025 21:14 25136
Mensos Gus Ipul Kunjungi Rumah Calon Siswa Sekolah Rakyat di Pasuruan

Pasuruan, 14 Mei 2025 — Menteri Sosial Saifullah Yusuf, atau yang lebih dikenal sebagai Gus Ipul, melakukan kunjungan ke rumah Ahmad Ardiansyah di Kota Pasuruan, Jawa Timur. Ardi merupakan calon siswa Sekolah Rakyat dan berasal dari keluarga yang masuk dalam kategori desil satu, yakni kelompok masyarakat miskin ekstrem.

Ayah dan ibu Ardi bekerja serabutan sebagai pemulung sekaligus penjaga toilet umum di kawasan Mandaranrejo, Kecamatan Bugul Kidul. Penghasilan mereka berkisar antara Rp30.000 hingga Rp50.000 per hari.

“Yang saya lihat secara langsung adalah kondisi keluarga ini, khususnya anak mereka yang duduk di kelas 6 SD dan akan segera lulus. Dia adalah salah satu calon siswa Sekolah Rakyat,” kata Gus Ipul usai berdialog dengan keluarga tersebut.

Ia menjelaskan bahwa Sekolah Rakyat merupakan program inisiatif Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan bagi anak-anak dari keluarga sangat miskin agar tetap memiliki akses terhadap pendidikan layak. Sasaran utamanya adalah mereka yang terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai kelompok desil satu.

“Presiden memberikan perhatian khusus pada anak-anak yang berisiko tidak melanjutkan sekolah. Sekolah Rakyat menjadi salah satu upaya agar mereka tetap bisa melanjutkan pendidikan,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, ibunda Ardi, Siti Aminah, mengungkapkan bahwa ia mendapatkan informasi mengenai program ini dari Ketua RT setempat. Saat ditanya kesediaannya untuk bersekolah di Sekolah Rakyat, Ardi langsung menyatakan minatnya. “Saya tanya, anaknya langsung bilang mau,” ujar Siti.

Ardi sendiri mengaku antusias karena Sekolah Rakyat menggunakan sistem boarding school atau asrama. Ia ingin belajar sekaligus hidup mandiri, dan memiliki cita-cita menjadi tentara. Dengan suara bergetar, ia menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden dan Menteri Sosial.

“Terima kasih Pak Presiden, terima kasih Pak Menteri. Saya bisa sekolah lagi,” ucapnya dengan penuh haru.

Setelah dari kediaman Ardi, Gus Ipul melanjutkan kunjungan ke UPT SDN Kandangsapi 1 yang menjadi salah satu lokasi calon Sekolah Rakyat di Kota Pasuruan. Ia meninjau kondisi fisik bangunan dan menyempatkan diri menyapa para siswa kelas 5.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Kabupaten Pasuruan, tepatnya ke bekas Kantor Bupati Pasuruan yang akan difungsikan sebagai Sekolah Rakyat mulai tahun ajaran mendatang.

“Lokasi ini akan dimanfaatkan untuk penyelenggaraan Sekolah Rakyat. Saat ini proses renovasi sedang berjalan,” terang Gus Ipul. Lahan seluas lebih dari 8 hektare itu akan menampung enam rombongan belajar (rombel) dengan total kapasitas 150 siswa dari jenjang SMP hingga SMA.

Bupati Pasuruan, Rusdi Sutedjo, mengapresiasi kepercayaan dari Kementerian Sosial. Ia mengungkapkan bahwa masyarakat menunjukkan minat yang tinggi terhadap program ini.

“Dari kuota 150 siswa, sudah ada sekitar 450 pendaftar,” ujarnya.

Program Sekolah Rakyat dirancang dalam dua tahap, dengan tahap pertama mencakup 53 lokasi di seluruh Indonesia dan menargetkan sekitar 4.000 siswa.

Melalui konsep sekolah berasrama, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pendidikan formal, tetapi juga menciptakan lingkungan yang mendukung tumbuh kembang siswa secara menyeluruh. Program ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang untuk mencegah angka putus sekolah di kalangan keluarga miskin ekstrem.

Bagikan: